- Maksiat adalah lawan ketaatan, baik itu dalam bentuk meninggalkan perintah maupun melakukan suatu larangan. Dengan kata lain, melakukan maksiat berarti keluar dari ketaatan. Dampak dari maksiat, ada yang memperburuk & mengurangi iman, dan ada yang sampai mengeluarkan pelakunya dari derajat iman.
- Siapa yang melakukan dosa besar seperti berzina, mencuri, meminum minuman yang memabukkan atau sejenisnya, tetapi tanpa meyakini kehalalannya maka hilanglah rasa takut (khasyyah), khusyu`, dan cahaya dalam hatinya; sekalipun pokok pembenaran & iman tetap ada di hatinya.
- Jika seseorang bertaubat kepada Alloh dari berbuat maksiat dan melakukan amal shalih, maka kembalilah rasa takut dan cahaya itu ke dalam hatinya.
- apabila seseorang terus melakukan kemaksiatan maka bertambahlah kotoran dosa itu di dalam hatinya sampai menutupi serta menguncinya -na`udzubillah-. Maka ia tidak lagi mengenal yang baik dan tidak mengingkari kemungkaran.

- Perumpamaan antara maksiat atas iman, yaitu bahwasannya iman itu seperti pohon besar yang rindang. Akar-akarnya adalah kepercayaan (tashdiq) yang dengan akar itulah ia hidup, sedangkan cabang-cabangnya adalah amal perbuatan. Dengan cabang itulah kelestarian dan hidupnya terjamin. Semakin bertambah cabangnya maka semakin bertambah dan sempurna pohon itu, dan jika berkurang maka buruklah pohon itu. Manakala akar-akar itu tidak mengeluarkan batang dan cabang-cabang yang bisa berdaun maka keringlah akar-akar itu dan hancurlah ia di dalam tanah.
- Begitu pula maksiat-maksiat dalam kaitannya dengan pohon iman, ia selalu membuat pengurangan dan aib dalam kesempurnaan dan keindahannya, sesuai dengan besar dan kecilnya kemaksiatan tersebut.
Wallahu a`lam….. (Kitab Tauhid 2 Pasal 6)